Monthly Archives: Februari 2018

Ribuan Jama’ah hadiri KHoul KH. CHOIRON SYAKUR Ke-2 di Ponpes Wahid Hasyim Bangil

Bangil (pcnu-Bangil)11/2

Ribuan jamaah dari kalangan santri, wali santri dan masyarakat sekitar mendo’akan al marhum KH. Choiron syakur pada Khoul ke 2 di ponpes Putri Wahid Hasyim Bangil pada minggu (11/2).

Sebelum acara dimulai pengajian di ponpes wahid Hasyim pada malam hingga pagi di adakan qotmil Qur’an dan tahlil.

KH. Choiron Syakur wafat dimakamkan dilingkungan ponpes Wahid Hasyim Bangil yang setiap hari di padati oleh satri berdoa di makamnya.

Gus Wldan putra KH. CHOIRON SYAKUR penerus ponpes Wahid Hasyim mengucapkan tetimakasih atas doa dan kehadiran masyarakat pasuruan serta pengurus PBNU Sholeh Khosim,bupati Pasuruan jajaran PCNU Pasuruan dan PCNU Bangil yang ikut mendoakan al marhum KH.Choiron syakur.” Katanya.

Kyai berpesan saat masih hidup alumni satri wahid Hasyim minimal bisa mengaji dan setelah lulus jadi guru ngaji. Selain itu juga kenangan dengan wartaonline.co.id (kang sobari) sebelum wafat 3 bulan diajak keliling kota Bangil bersama Romli dan kyai Choiron syakur diajak melihat kota Bangil. Sambil jalan naik mobil bertiga (kang sobari,pak yazid dan Kyai choiron syakur dan sopir) menjemput pak Romli di kediamannya.

untuk menjemput pak Romli di rumahnya turun dari mobil kyai tidak langsung menujuk siapa tetapi kang sobari (wartaonline.co.id) dengan pak yazid diminta sud dulu , (pak Yazid kepala MTs wahid Hasyim) Yang kalah, kemudian menjemput Pak Romli dikediamannya. Kebetulan pak yazid kalah yang jemput.ini gaya kepemimpinan Kyai Choiron syakur yang selama ini temui dan saya rasakan mengedepankan demokrasi dan tidak membedakan siapa saja.
Setelah psk romli naik mobil sambil jalan Kyai Choiron Syakur cerita tentang Bangil .kemudian sampai di makam Mbah Bangil dibelakang SMPN 2 Bangil.tidak tahu kalo pertemuan itu pertemuan terakhir karena Kyai Choiron syakur sakit di rawat di Rumah sakit di kawasan sidoarjo kemudian wafat.

Mengenang jasa KH. Choiron syakur yang telah memberikan saran dan ide ibukota kab. Pasuruan pindah di Bangil. Saat surat keputusan turun dari presiden beliau wafat.

Sementara HM. Irsyad yusuf Bupati Pasuruan memberikan sambutan mengapresiasi perjuangan KH. Choiron syakur yang telah memberikan masukan dan usulan ibukota kabupaten Pasuruan pindah di Bangil hingga sekarang sudah 2 tahun (sob/ham)